Jumat, 31 Juli 2015

Tiga Belas

 

   Malam itu disebuah rumah yang sederhana lebih tepatnya disebuah kamar, ada seorang gadis yang dalam beberapa menit lagi akan berulang tahun ke 13. Gadis itu bernama Anggie, ia tinggal bersama Yuni yang berusia 12 tahun lebih tua darinya.

   Ia berharap mendapat kejutan ulang tahun dari kakaknya tepat pada tengah malam nanti atau setidaknya mendapat ucapan selamat dari cowok idamannya di sosmed. Menit demi menit telah berlalu dan jam sudah menunjukan tepat pukul tengah malam, belum sempat ia mengecek smartphone-nya tiba tiba ia mendengar suara gaduh dari dalam lemarinya.

   Suara itu terdengar seperti ada orang yang berusaha keluar dari dalam lemari itu, lama kelamaan suara gaduh itu terdengar semakin kencang dan keras. Anggie sangat ketakutan mendengarnya, namun ia berfikir itu adalah ulah kakaknya yang berusaha untuk mengerjainya.

   Ia pun memberanikan diri untuk bangkit dari ranjangnya dan berjalan ke arah lemari itu, dan ketika ia akan membuka lemari itu. Tiba-tiba saja suara gaduh itu menghilang dan suasana pun kembali menjadi sunyi.

    Sontak Anggie pun menjadi heran sekaligus takut. Bermodalkan rasa keingintahuan yang tinggi, ia pun perlahan membuka lemari itu dan memperbolehkan matanya untuk menoleh kedalam. Namun Anggie tidak percaya akan apa yang ia lihat, ia hanya melihat pakaian yang tertata rapi didalamnya, dengan kata lain tidak ada siapapun didalam lemari itu. Ia pun tahu bahwa itu bukanlah perbuatan kakaknya.

   Anggie kaget dan mulai panik, bagaimana bisa terdengar suara gaduh dari dalam lemari itu tanpa ada manusia atau hewan didalamnya. Imajinasinya semakin liar, dan dengan cepat ia mematikan lampu kamarnya dan pergi keatas ranjang, ia lalu memeluk guling kesayangannya dan menyelimuti dirinya dengan selimut.

   Tak lama kemudian ia mendengar ada suara aneh dari bawah ranjangnya, seketika ketakutannya semakin membesar, nafasnya berhembus dengan cepat dan tidak teratur, serta keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitnya.

   Ia mengintip dari balik selimutnya dan tiba-tiba, ia beserta ranjangnya terangkat ke udara dengan cepat dan kemudian terhempas jatuh ke lantai. Anggie pun kaget dan berteriak, lalu terbesit dipikirannya untuk segera keluar dari kamar itu.

   Namun ketika ia turun dari ranjang dan akan berlari, tiba-tiba ada sebuah tangan keluar dari bawah ranjang dan menarik kaki Anggie. Ia pun terjatuh dan kepalanya membentur lantai hingga berdarah. Dengan posisi tengkurap ia menoleh kebelakang dan,

   Ia melihat wanita dengan wajah hancur dan mata melotot sedang menarik kakinya dari dalam kolong ranjang, Anggie pun berteriak ketakuatan sambil terus meronta-ronta meminta untuk dilepaskan, dan dengan susah payah ahkirnya ia berhasil melepaskan tangan wanita menyeramkan itu dari kakinya dan kemudian ia berlari keluar dari kamarnya.

   Ia berlari keluar dan menemukan kakaknya yang juga sedang berlari menuju ke kearahnya. Ia pun mulai menangis dan menceritakan bahwa ada sesosok wanita menyeramkan didalam kamarnya. Namun, ketika mereka berdua kembali ke kamar Anggie untuk memeriksanya, mereka tidak menemukan siapapun di situ. Anggie yang masih ketakutan dan syok memilih untuk melewati malam di kamar kakaknya.

   Keesokan paginya mereka memanggil seorang pastor untuk membersihkan kamar itu dari hal-hal yang jahat. Dan semenjak itu ia tidak pernah lagi dihantui oleh makhluk tersebut, namun ketika malam tiba ia slalu dihantui oleh, perasaan takut.


~The End~

Karya : Billiam Constani Leta
 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar