Kumpulan Cerpen Horror karya Billiam Cosnstani Leta, yang siap membuat malam mu menjadi mengerikan. Kunjungi halaman Facebook kami Lianosta Blog dan jangan lupa untuk membaca Term Of Service kami untuk mengetahui peraturan dan ketentuan blog ini.
Rabu, 15 Juli 2015
Kuburan
Sore ini aku dan seluruh keluargaku datang ke sebuah Taman Kuburan Muslim. Tentu saja bukan untuk bertamasya, melainkan untuk menguburkan kakek kami tercinta. Ia wafat pada siang hari tadi karna penyakit stroke yang sudah lama ia derita. Aku yang memakai dress hitam datang menaiki mobil bersama dengan kakakku serta sepupuku, Nina.
Jam sudah menunjukan pukul 5 sore disaat kami bergegas menuju liang lahat dengan berjalan kaki. Tidak butuh orang ber-six sense untuk mengetahui bahwa kuburan ini menyeramkan, orang awam sepertiku saja bisa mengetahuinya.
Bagaimana tidak ? Banyak pohon kering tumbuh di pinggir jalan setapak kuburan ini, daun-daun kering menyelimuti tanah yang kami pijak, dan banyak makam yang tak terurus sehingga banyak ilalang kering tumbuh disekitarnya.
Sesampainya diliang lahat, jasad kakek segera dimakam kan, aku hanya mengamatinya dari kejauhan. Ibu terus saja menangis tanpa henti hingga ia jatuh pingsan. Sontak semua menjadi panik termasuk aku, secara spontan ku taruh hape yang dari tadi ku pegang disebuah makam tempat aku berdiri. Lalu ku berlari kearah ibu dan berusaha menyadarkannya.
Ibu ahkirnya sadar, dan proses pemakaman jazad kakek kembali dilanjutkan. Selama proses pemakaman, ku rangkul ibunda dengan kedua tanganku untuk menenangkannya hingga pemakaman selesai.
Saat itu hari sudah mulai senja, sanak saudara kami sudah banyak yang pulang karna suasana kuburan semakin menyeramkan. Namun tidak dengan ibuku, ia memaksa untuk
tetap tinggal disitu. Tentu ayahku serta kami tidak mengizinkannya, dan setelah dibujuk rayu akhirnya ibu mau pulang. Kami pun bergegas meninggalkan kuburan angker itu.
Aku, Nina dan Kakakku, Berto pulang deluan lalu disusul oleh orang tua ku. Namun kami bertiga tidak langsung pulang ke rumah, kami sepakat untuk makan disebuah restaurant favorit kami.
***
Jam sudah menunjukan pukul 06:12 pm. Dan disaat sedang memakirkan mobil, sama seperti anak muda lainya, ingin aku mempost lokasi ku di facebook dan path bahwa aku sedang berada di sebuah Restaurant ternama. Namun.. Aku tersadar bahwa hape ku tidak ada bersama ku. Aku panik, sangat panik. Tidak butuh waktu yang lama bagi ku untuk menyadari bahwa hape ku tertinggal dikuburan.
Hal pertama yang kutakutkan adalah kehilangan hape kesayanganku itu. Maka dari itu, kubujuklah berto dan nina untuk menemani ku kembali ke kuburan malam ini juga.
Jelas awalnya mereka tidak mau, tapi mau bagaimana lagi mereka tidak akan membiarkan ku kesana sendirian. Kami pun menahan rasa lapar dan segera meluncur kesana.
***
Ketika kami sampai disana, kuburan itu terlihat lebih menyeramkan dari sebelumnya. Disitu sangat gelap, cahaya rembulan adalah satu-satunya yang menerangi kuburan itu. Kami bertiga memberanikan diri untuk berjalan masuk dengan berbekalkan cahaya LED Flash kamera hape Berto, hanya itu cahaya yang kami miliki.
Suara jangkrik mengiringi langkah kami, dan disetiap langkah yang ku ambil, ketakutan di hati ku semakin membesar.
"Aaaaaaaaa..!!!" teriakan nina memecah sunyinya malam di kuburan itu. Nina berteriak kencang sambil menunjuk ke salah satu pohon disitu, namun aku dan Berto tidak melihat apapun, entah apa yang Nina lihat, yang ku tahu itu pasti menyeramkan.
Setelah Nina tenang, kami kembali melanjutkan perjalanan dan ketika hampir sampai di makam yang kami tuju, tiba-tiba saja hape berto mati dan tak dapat dinyalakan. Kami sangat panik dan ketakutan. Karna sudah sampai sejauh ini, kami putuskan untuk mencari hape ku dengan berbekalkan cahaya rembulan.
Kami mencarinya dengan tergesa-gesa karna kami takut "mereka" akan menggangu kami dengan cara yang lebih ekstrim. Dan dugaan kami pun menjadi kenyataan, terdengar suara tawa wanita dari atas pohon. Jantung ku meledak karna kaget, dan mulutku berteriak dengan spontan.
Kami sangat ketakutan, dan ahkirnya kami memutuskan untuk segera pulang tanpa membawa hasil. Kami berlari dalam kegelapan menuju mobil yang terparkir cukup jauh. Disaat berlari aku jatuh tersandung, rasanya sakit sekali. Aku menoleh kebelakang untuk mencari tau apa yang membuatku tersandung. Dan ternyata,
Aku melihat sesosok terbaring ditanah berbungkuskan kain kafan kotor dengan wajah hitam gosong. Apa lagi itu kalau bukan pocong !! Aku berteriak lalu bangkit berdiri menyusul saudara ku yang sudah ada di mobil.
"Ayo cepati Vera!!" teriak berto. Dengan nafas terengah-engah dan mata berkaca-kaca ahkirnya aku sampai dimobil. Tanpa pikir panjang lagi, kami langsung pergi dari kuburan mengerikan itu.
***
Saat itu waktu sudah menunjukan pukul setengah delapan malam disaat kami sampai dirumah. Aku langsung berlari memeluk ibu ku dan menceritakan semua yang terjadi. Aku bisa melihat perasaan tidak percaya dimatanya.
Lalu tiba-tiba Ayah muncul dan berkata "Veraa, ini hape mu. Tadi ada penjaga kuburan yang menemuknnya dan memberikannya pada Ayah" "apa ??" ucap ku kaget.
Perasaan ku sangat kesal sekali karena usaha kami pergi kekuburuan ternyata sia-sia. Namun disisi lain aku bahagia karna hape ku tidak hilang. Sungguh pengalaman yang tak akan ku lupakan.
~The End~
Karya : Billiam Constani Leta (Billi Costan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar