Kumpulan Cerpen Horror karya Billiam Cosnstani Leta, yang siap membuat malam mu menjadi mengerikan. Kunjungi halaman Facebook kami Lianosta Blog dan jangan lupa untuk membaca Term Of Service kami untuk mengetahui peraturan dan ketentuan blog ini.
Senin, 27 Juli 2015
Teman
Vina, begitulah orang-orang memanggil ku, dan ini adalah kisah ku 5 tahun yang lalu ketika aku masih berusia 7 tahun. Saat itu aku mempunyai seorang teman perempuan dan kami slalu bermain bersama. Namun..., teman ku ini berbeda.
Hari itu sedang cerah ketika sepasang suami istri pindah kesebelah rumah ku, aku melihat ada seorang anak perempuan keluar dari dalam mobil mereka. Perempuan itu tampak seumuran dengan ku, wajahnya cantik dan tampak ceria. Timbul niat dihati ku untuk berkenalan dan mengajaknya bermain bersama.
Kami pun berkenalan dan namanya adalah Lina, ia memberitahu ku bahwa rumah lamanya hangus terbakar dan oleh karna itu, ia dan keluarganya pindah kesini. Setelah asik berbincang-bincang kami pun mulai bermain bersama didalam kamar ku.
*****
Hari demi hari kami selalu bermain bersama, aku merasa sangat senang memiliki teman yang ramah dan baik hati seperti Lina. Namun tidak dengan kedua orang tua ku.
Disaat aku sedang bermain mereka melihat ku dengan tatapan khawatir, mereka bertanya aku sedang bermain dengan siapa. Dan aku memperkenalkan mereka dengan Lina.
Terlihat tatapan kaget serta khawatir dimata mereka dan mereka menjadi sering membawa ku pada seorang dokter. Dokter itu selalu menanyakan hal-hal aneh yang tak ku mengerti dan aku benci itu. Mereka pun mulai melarangku untuk bermain dengan teman ku Lina. Aku beranggapan mereka hanya khawatir karna aku kebanyakan bermain dan menjadi jarang belajar.
Hingga datang hari dimana aku akan mengetahui dugaan ku itu, salah.
*****
Pada suatu siang yang mendung, aku memutuskan untuk berkunjung kerumah Lina. Aneh rasanya karna kami sudah lama berteman namun aku belum pernah mengunjunginya.
Aku bertemu dengan ibu Lina dan bertanya dimana Lina berada karna aku ingin mengajaknya bermain.
Ibu Lina kaget dan syok mendengar pertanyaan ku itu, ia balik bertanya dari mana aku bisa tahu tentang Lina Karna ia mengaku belum pernah menceritakan kepada warga sekitar bahwa ia mempunyai anak bernama Lina. aku pun menjelaskan semuanya kepada ibu Lina.
Ia sangat kaget mendengar ucapan ku dan air mata mulai keluar dari matanya. Dengan perasaan sedih ia masuk kedalam kamarnya dan kembali keluar membawa sebuah foto. Terukir wajah Lina didalam foto itu, disitu Lina terlihat sangat cantik.
Ibu Lina mulai menjelaskan kepada ku bahwa Lina adalah anak yang cantik dan ceria, rambutnya hitam dan kulitnya putih. Namun semua itu sirna ketika ia wafat di panasnya api yang membakar rumahnya 3 bulan yang lalu. Aku kaget mendengarnya, aku tersadar bahwa slama ini teman yang slalu ku ajak bermain bersama, sudah meninggal.
Ya, begitulah cerita ku, dan hingga sekarang orang-orang beranggapan teman ku itu tidaklah nyata. Namun, ia terlihat nyata bagi ku.
Tiba-tiba terdengar suara pelan memanggilku "Vin.. Vina.. Ayo main" ucap seorang gadis cantik. "Iya Lina sebentar" balas ku.
~The End~
Karya : Billiam Constani Leta(billi costan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar