Selasa, 21 Juli 2015

Bertemu Kuntilanak



   Saat itu jam sudah menunjukan pukul 5 pagi dan Doni sudah terbangun dari tidurnya, ia bersiap melakukan jogging untuk pertama kalinya. Doni bertekad untuk menghilangkan lemak yang tertimbun di tubuhnya sejak lama, ia tidak ingin lemak-lemak itu menjadi pemicu munculnya penyakit serius di tubuhnya.

   Doni jogging di sekitar kompleks rumahnya, ia memilih jalanan yang cukup sepi dilalui oleh masyarakat karna ia tidak terlalu percaya diri untuk berolahraga di depan umum. Sudah lewat sepuluh menit semenjak ia bangun dan ia sudah siap untuk mulai jogging, ia pun mulai memacu kakinya menelusuri jalanan.

   Ia menjalaninya dengan penuh semangat, langkah demi langkah dan nafas demi nafas, sampai juga dia disebuah jalanan yang panjang dan sepi. Hanya ada beberapa rumah saja yang didirikan dipinggiran jalan itu, dan banyak pohon-pohon besar tumbuh menghiasi jalan itu. Karna lelah, Doni merasa tidak sanggup lagi menyuruh kakinya untuk terus berlari, ia memutuskan untuk berjalan kaki melewati jalanan sepi itu.

   Saat itu hari masih gelap, matahari belum menampakan sinarnya dan angin dingin terus berhembus hingga membuat Doni kedinginan.

   Disetiap langkah yang ia ambil Doni merasa ada sepasang mata yang terus mengawasinya, ia amati keadaan disekitarnya namun tidak ada siapapun disana. Hingga kedua matanya tertuju kepada sebuah pohon sawo yang cukup tinggi. Matanya terbelalak ketika melihat ada seorang wanita yang sedang duduk diatas pohon, wanita itu berpakian putih dan berambut panjang, wajahnya pucat dan begitu menyeramkan. Wanita itu mengeluarkan tawa yang mengerikan dan tawa itu memecah heningnya pagi.

   Doni berteriak kaget hingga terjatuh dan jantungnya mulai berdebar dengan sangat cepat. Ia bangkit berdiri dan mengkerahkan semua tenaga ia punya untuk berlari, ia berlari dan terus berlari hingga ia tersandung dan terjatuh, kedua lutut dan sikunya terluka..

   Ia memberanikan diri untuk menoleh kebelakang dan sesosok itu telah menghilang, namun ketika ia melihat kebelakang ia merasa ada segumpalan rambut menyentuh tangan serta lehernya dari depan. Dengan cepat ia menoleh ke depan dan,

   Sesosok wanita menyeramkan itu ternyata telah berdiri tepat didepannya, jantungnya semakin cepat berdetak, aliran darah didalam tubuhnya mengalir dengan cepat, mulutnya membuka dan berteriak dengan sangat kencang. Lalu Doni bangkit berdiri dan berlari menjauh ke arah sebaliknya sambil berteriak.

******

    Semenjak kejadian itu, Doni tidak trauma untuk melakukan jogging lagi. Ia malah termotivasi untuk lebih giat berolahraga agar ketika ia bertemu hantu lagi, ia bisa berlari menjauh dengan cepat. Dan ia memilih untuk tidak jogging atau lewat di kawasan itu lagi, karna tentu ia tidak ingin berhadapan dengan sesosok menyeramkan itu lagi, sesosok menyeramkan yang biasa disebut masyarakat sebagai, kuntilanak.

~The End~

Karya : Billiam Constani Leta ( Billi Costan)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar