Kumpulan Cerpen Horror karya Billiam Cosnstani Leta, yang siap membuat malam mu menjadi mengerikan. Kunjungi halaman Facebook kami Lianosta Blog dan jangan lupa untuk membaca Term Of Service kami untuk mengetahui peraturan dan ketentuan blog ini.
Minggu, 19 Juli 2015
"Mimpi" Buruk
Lebaran telah berlalu, hari libur juga hampir usai. Tiba saatnya bagi Gina untuk pergi dari kampung halamannya dan kembali kepekerjaannya, pekerjaan yang tiada henti membuatnya stress.
Gina pergi menaiki sebuah bis malam di stasiun yang tak terlalu jauh dari kampungnya. Ia naiki bis besar yang sudah dipenuhi penumpang lainya itu, dan ia duduk disebuah kursi kosong. Tak lama kemudian datang seorang pria tinggi besar duduk disebelahnya, tampang pria itu cukup sangar. Gina sedikit takut terhadap pria itu, ia takut pria itu akan berbuat sesuatu yang jahat kepadanya.
Namun Gina ingat pada sebuah perumpamaan terkenal "Don't judge the book by the cover", ia pun berusaha untuk tetap tenang dan berusaha untuk tidur karna ia akan menempuh perjalanan yang sangat jauh.
***
Jam sudah menunjukan pukul tiga pagi, dan Gina pun terbangun dari tidurnya. Ketika ia membuka kedua matanya, bukannya melihat sekumpulan orang yang sedang tidur, ia malah melihat sekumpulan kursi kosong. Tidak ada satu pun orang didalam bis kecuali dia, supir dan penumpang lainnya hilang entah kemana. Awalnya ia berfikir bahwa ia sudah sampai di tempat tujuan, namun dugaannya itu sirna ketika ia melihat keluar jendela dan mengetahui bahwa bis itu masih melaju di jalan raya yang sepi.
Gina mulai merasa panik dan ketakutan, ia berlari ke bagian depan bis dan berusaha untuk menghentikan laju bis itu. Ia menginjak rem bis itu sekuat tenaga namun usahanya itu sia-sia, bis itu tetap terus melaju.
Ditengah kepanikan yang ia rasakan, ia mendengar suara langkah kaki dari belakang. Jantungnya mulai berdebar kencang, dan rasa takutnya semakin membesar. Ia memberanikan dirinya untuk melihat kebelakang, dan ia tidak percaya akan apa yang ia lihat.
Ia melihat bis yang tadinya kosong sekarang sudah dipenuhi oleh segerombolan orang yang berjalan pelan mendekatinya! Bukan orang-orang biasa, tubuh orang-orang itu berlumuran darah, wajah mereka dipenuhi luka-luka yang mengerikan, bahkan ada diantara mereka yang kehilangan salah satu anggota badannya.
Ia berteriak kaget dan sangat ketakutan, tubuhnya mulai dipenuhi hormon adrenalin, dan otaknya sudah tidak bisa lagi digunakan untuk berfikir jernih. Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana cara keluar dari bis hantu ini, lalu ia pun menjadi nekad. Dia coba untuk membuka pintu bis itu namun tidak bisa, dan ahkirnya ia memutuskan untuk memecahkan kaca jendela bis dengan tangannya hingga berdarah. Ia menarik nafas yang panjang lalu ia melompat dari bis yang sedang berjalan itu. Sebelum tubuhnya bersentuhan dengan kerasnya aspal, ia terbangun..
Ia terbangun dengan ekspresi kaget, dan dengan nafas yang terengah-engah. Ia melihat sekitarnya dengan was-was, dan orang-orang menyeramkan tadi sudah tidak ada, yang ada hanyalah orang-orang yang sedang tertidur dengan lelap.
Namun ada suatu hal yang juga ikut menghilang..
Pria yang tadi duduk disebelahnya juga ikut menghilang! Kepanikannya yang tadi mulai sirna, kini mulai muncul lagi.
Ia memeriksa seluruh barang bawaannya namun tidak ada satu pun barang yang hilang. Ia bertanya kepada penumpang yang duduk dibelakangnya kemana perginya orang yang duduk disebelahnya tadi, namun penumpang itu menjawab tidak ada pria atau siapa pun yang duduk disebelahnya semenjak mereka berangkat dari stasiun.
Gina sontak kaget mendengar hal itu, ia terdiam untuk beberapa saat. Lalu penumpang ini balik bertanya kepada Gina, penumpang itu bertanya kenapa tanganya berdarah.
Gina ahkirnya sadar bahwa dari tadi tangannya berdarah. Dan ia teringat di dalam mimpinya ketika ia memecahkan kaca jendela dengan tangannya. Gina bingung akan apa yang sebenarnya terjadi, ia bingung mimpi itu apakah benar-benar mimpi atau kenyataan.
Tanpa menjawab pertanyaan penumpang itu, ia kembali duduk di kursinya namun ia tidak bisa kembali tidur. Sambil mengobati tangannya, ia terus saja memikirkan kejadian itu hingga ahkirnya pagi tiba dan ahkirnya Gina sampai di tempat tujuan.
Semenjak itu Gina tidak pernah lagi bepergian menggunakan bis malam, ia trauma dengan kejadian itu.
~The End ~
Karya : Billiam Constani Leta (Billi Costan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar