Kumpulan Cerpen Horror karya Billiam Cosnstani Leta, yang siap membuat malam mu menjadi mengerikan. Kunjungi halaman Facebook kami Lianosta Blog dan jangan lupa untuk membaca Term Of Service kami untuk mengetahui peraturan dan ketentuan blog ini.
Jumat, 10 Juli 2015
Sesosok Wanita Misterius
.
Langit sedang marah ketika lisa bersiap pulang dari kerja lemburnya pada jam 10 malam, petir memamerkan cahayanya dengan membelah langit malam yang sangat gelap disertai dengan suara gemuruh yang sangat keras hingga menggetarkan hati orang yang mendengarnya dan angin berhembus kencang hingga pohon pun dibuat menari olehnya.
Jalanan sedang sepi waktu itu, hanya ada beberapa kendaraan yang lewat. Lisa mulai memacu motor bebeknya dengan cepat karna pada saat itu, butiran-butiran air sudah mulai turun dari langit.
Namun, ditengah perjalanan pulang ada seorang wanita keluar dari semak-semak di pinggir jalan lalu berlari ketengah jalan dan berusaha menghentikan laju kendaraan lisa. Lisa yang melihat wanita itu langsung menginjak rem motornya, karna tentu ia tidak ingin menabrak wanita ini.
Dengan perasaan kesal Lisa membuka kaca helmnya dan bertanya kepada wanita itu, apa maksud dari tindakannya tersebut. Wanita ini meminta maaf dan menjelaskan bahwa ia sedang butuh tumpangan untuk pulang. Awalnya Lisa tidak mau, karna malam sudah semakin larut dan terlebih ia tidak mengenal wanita ini, namun wanita ini terus memohon kepada Lisa untuk diantarkan pulang. Setelah mengetahui rumah wanita ini tidak terlalu jauh dari rumahnya dan karna merasa sedikit iba ahkirnya Lisa mau mengantarkan wanita ini pulang.
Tidak ada hal aneh yang terjadi diperjalanan, dan mereka sampai dirumah sederhana wanita ini dengan selamat. Tanpa berfikir panjang, Lisa bergegas pulang kerumahnya. Namun, disaat Lisa hendak tancap gas, wanita ini memegang pundak lisa dan mengucapkan terima kasih dengan nada suara menyeramkan. Lisa menoleh ke arah wanita itu dan alangkah kaget dan takutnya dia melihat wajah wanita itu berlumuran darah dan wanita itu tersenyum dengan mata merah melotot ke arahnya.
Lisa berteriak dan dengan panik ia mulai menarik pedal gas motornya sekuat mungkin, dan ia terus melaju hingga membelah rintik rintik hujan dan angin kencang yang disertai petir dan gemuruh. Sesampainya dirumah, ia lekas mandi dan pergi kekamar untuk langsung tidur, didalam hatinya ia berdoa agar wanita itu tidak mengikutinya sampai kerumah. Karna terus mengingat kejadian itu, Lisa pun terjaga hingga pagi.
Ingin rasanya ia minta izin kekantor untuk tidak masuk sehari, namun karna tuntutan kerja, ia tetap harus masuk walaupun ia masih sedikit takut bila bertemu sosok wanita tersebut lagi.
Jam sudah menunjukan pukul 7 pagi, Lisa pun segera berangkat ke kantornya. Ketika ia sampai di tempat dimana ia bertemu dengan "wanita itu", ia melihat banyak orang berkerumun. Lisa menghentikan laju motornya, dan ia bertanya kepada salah satu warga tentang apa yang terjadi. Warga itu menjawab bahwa semalam telah ditemukan sebuah mayat korban kecelakan lalu lintas di semak semak itu dan sekarang polisi sedang menyelidiki TKP.
Lisa tertegun mendengar hal itu, dan dia bertanya lagi kepada warga tersebut, apakah mayat korban masih ada disitu apa tidak. Warga itu menjawab mayat itu sudah dibawa kerumah sakit untuk diotopsi, namun warga itu mengaku ia sempat memotret korban dan ia menunjukan foto tersebut kepada Lisa.
Alangkah terkejutnya Lisa melihat korban yang ada didalam foto tersebut adalah wanita yang sama dengan wanita yang ia antar semalam. Jasadnya ditemukan bersamaan dengan motornya.
Lisa yang masih dalam keadaan syok, melepaskan tuntutan kerjanya dan segera bergegas pergi ke rumah tempat ia mengantar wanita itu, dan setelah sampai disana, terdapat bendara kuning tergantung didepan rumah itu. Lisa lalu bertanya dengan warga sekitar dan ia menemukan fakta bahwa rumah tersebut adalah rumah kedua orang tua dari jasad yang ditemukan dipinggir jalan itu.
Ketika tengah mendengarkan cerita warga, Lisa melihat wanita itu berdiri didepan pintu rumah tersebut sambil tersenyum manis kepadanya, Lisa pun membalas senyum itu dengan ragu ragu. Setelah itu Lisa pergi menuju ke kantornya walau dia tau kalau dia sudah terlambat.
Diperjalanan Lisa terus memikirkan wanita itu. Lisa pun paham mengapa wanita itu memintanya untuk mengantarkan ia pulang ke rumah tersebut, karna arwah wanita itu ingin "berpamitan" dengan Ibu dan Ayahnya untuk terahkir kalinya.
Lisa kembali menjalani hidupnya tanpa ada rasa menyesal dan takut karna telah menolong sosok tersebut.
~The End~
Karya : Billiam Constani Leta (Billi Costan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar