Senin, 13 Juli 2015

Sebelum Malam ke 40


   Langit berwarna jingga ketika adzan maghrib akan berkumandang, burung-burung terbang berhamburan di udara mencari tempat untuk bersarang. Dan tiba saatnya bagi manusia pulang ke rumah untuk berkumpul dan bercengkrama dengan keluarganya. Begitu juga yang dilakukan oleh Deni.

Deni  : Aku pulang..!
Ayah : Dari mana saja kamu nak ? Seharian kerjanya cuma keluyuran!
Deni  : Iya maaf yah, ibu mana ?
Ayah : Di dapur, lagi masak.
**
Deni  : bu, malam ini kita makan apa ?
Ibu    : ibu masak makanan kesukaan mu, capcay..
Deni  : asik, kalo gitu Deni ke kemar dulu ya.
Ibu    : ya, jangan lupa langsung mandi..
Deni  : yaa..

   Kamar deni terletak di lantai 2 bersamaan dengan kamar adiknya, Ririn. Saat itu langit sudah mulai gelap dan adzan telah berkumandang. Hembusan angin pelan yang masuk melalui jendela balkon, menyentuh bulu kuduk Deni hingga berdiri.

   Pelan-pelan Deni membuka pintu tua kamarnya dan, ia kaget melihat isi kamarnya...

Deni : Ririn!!  Ngapain kamu disini ?! Kan sudah kubilang jangan main di kamar ku!! Liat ini, semuanya jadi berantakan!
Ririn : Kamar kakak kan luas..! Jadi lebih seru mainnya..
Deni : Kalo mau luas ke lapangan sana. Sudahlah, keluar! (Ucapnya sambil menarik keluar ririn, lalu menutup pintu dan kemudian deni bergegas mandi)

**

   Selesai mandi dan berpakian, Deni turun ke bawah untuk makan malam.

Ayah : Den...
Deni  : ya, kenapa yah  ?
Ayah : mmm.. Ayah, Ibu mu, dan Ririn beberapa hari lagi akan pergi. Kamu nggak apa-apakan dirumah sendiri ? Atau kamu bisa tinggal dengan Tante mu kalau kau mau..
Deni  : Ayah tidak usah khawatir.. Deni kan sudah besar, Deni bisa mengurus dan menjaga diri sendiri. Memang kalian mau pergi kemana ?
Ibu    : Tempat yang jauh.. (bisiknya sambil tersenyum manis)
Ririn  : Kak, Ririn minta maaf ya sudah sering bikin kakak kesal.
Ayah, Ibu, dan Ririn : Kami menyayangi mu.
Deni  : ...... Aku juga sa....

   Belum selesai Deni melanjutkan kata-katanya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya. Ia langsung berdiri dan membuka pintunya

Deni : Tante ???
Tante : Apa kabar mu Deni ?? (katanya sambil memeluk Deni)
Deni : Baik, silahkan masuk tante.. Ayo kita kemeja makan, kita makan sama-sama dengan Ayah, Ibu, dan Ririn. Ibu ku sudah masak makanan..
Tante : Apa ??! (hening sejenak) Sini-sini duduk, apa tadi yang kamu bilang ?!
Deni : eemmm.. Makan malam.. Sama ayah, ibu, dan.. Ririn.

   Tante deni sangat terkejut mendengar itu. Dengan mata berkaca-kaca, dan sambil memegang kedua tangan Deni, ia berkata...

Tante : Deni... Apa kau tidak ingat..? Ayah mu, ibu mu, dan Ririn.. Mereka sudah lama Meninggal..!!! Bahkan tante kesini ingin membahas persiapan acara 40 harinya mereka..!

   Deni menatap Tantenya dengan perasaan tidak percaya, Namun, sedikit demi sedikit dia ingat dan sadar akan apa yang sebenarnya terjadi. Ia sadar sebulan yang lalu ia berserta Ririn, Ayah, dan Ibunya mengalami kecelakaan, namun hanya dia yang berhasil selamat.

   Lalu Deni menoleh kemeja makan dan.., tidak ada siapa-siapa disana.. Deni mulai termenung dan air mata mulai keluar dari matanya. 

Tante : Deni... Kamu baik-baik saja ?? Hmm.. ? (Ucapnya heran).

   Deni tidak bisa berkata sepatah kata apapun.. Melihat kondisi Deni yang sepertinya masih tertekan oleh kejadian itu, Tantenya pun memeluk Deni dan berusaha menenangkannya. 

   Memang betul kata orang, sebelum malam yang ke 40 mereka masih ada disekitar kita..

~The End~

Karya : Billiam Constani Leta (Billi Costan)
 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar