Kumpulan Cerpen Horror karya Billiam Cosnstani Leta, yang siap membuat malam mu menjadi mengerikan. Kunjungi halaman Facebook kami Lianosta Blog dan jangan lupa untuk membaca Term Of Service kami untuk mengetahui peraturan dan ketentuan blog ini.
Jumat, 24 Juli 2015
"Ayah, Tolong Aku.."
Malam itu disaat waktu sudah menunjukan tengah malam, Andi berteriak kencang dari dalam kamarnya. Teriakan anak berusia enam tahun itu terdengar hingga ke kamar ayahnya yang bernama Firza. Firza terbangun dari tidurnya dan dengan cepat pergi menuju kamar anaknya.
Ketika sampai didalam kamar anaknya, ia mendapati Andi berada diatas tempat tidurnya sedang sembunyi ketakutan dibalik selimutnya. Firza pun bertanya kepada anak satu-satunya itu apa yang terjadi hingga ia berteriak nyaring.
"Ayah, ada monster didalam lemariku.. Aku takut" jawab Andi pelan. Agar anaknya tenang dan bisa kembali tidur, ia mengecek kedalam lemari dan,
Ia melihat Andi lainnya didalam lemari itu sedang gemetaran dan ketakutan. Firza kaget serta bingung melihatnya, bagaimana bisa ada dua Andi yang mirip didalam kamar ini.
Belum sempat kebingungannya terjawab, Andi yang berada didalam lemari itu melihat kearah Firza dan berbisik kepadanya. "A..Ayah, tolong aku.. Ada sesuatu yang menyeramkan diatas tempat tidur ku.." bisik Andi ketakutan.
Mendengar hal itu kebingungan Firza semakin menjadi-jadi, didalam hatinya ia berfikir. "Jika yang didalam lemari ini adalah anak ku yang asli, lalu siapa tadi yang berada diatas tempat tidur ?" gumam Firza. Percikan-percikan ketakutan mulai tumbuh didalam hatinya, dan dengan perlahan ia menoleh kearah tempat tidur itu berada.
Ia sangat kaget ketika Ia melihat sesosok yang menyeramkan sedang jongkok diatas tempat tidur anaknya, sesosok itu memiliki tubuh yang kurus, kepala botak dan mata yang melotot. Firza berteriak ketakutan, baru kali ini ia melihat hal-hal menyeramkan seperti itu. Tanpa pikir panjang ia langsung membawa Andi berlari keluar dari kamar itu, dan pergi ke kamar Firza.
Mereka mengunci diri didalam kamar hingga pagi dan mereka terus berdoa sambil berharap makhluk itu tidak mengikuti sampai ke kamarnya.
*****
Keesokan paginya Firza dan anaknya pergi kesalah satu rumah pemuka agama setempat dan ia menceritakan semua yang terjadi dirumahnya. Pemuka Agama itu langsung datang ke rumah Firza dan mendoakan rumah itu terutama kamar Andi, agar makhluk itu tidak mengganggu mereka lagi.
Dan semenjak itu, makhluk meyeramkan itu tak pernah lagi menampakan dirinya didepan ayah dan anak itu. Namun, disaat tengah malam tiba, disaat bulan purnama muncul, dam disaat dinginnya malam menusuk hingga ke tulang-tuilang, Firza selalu menemukan Andi tengah bermain sendirian dikamarnya dan ketika disuruh untuk kembali tidur Andi dengan polosnya menjawab "nggak mau, kami lagi asik main"
~The End~
Karya : Billiam Constani Leta (Billi Costan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar