Kumpulan Cerpen Horror karya Billiam Cosnstani Leta, yang siap membuat malam mu menjadi mengerikan. Kunjungi halaman Facebook kami Lianosta Blog dan jangan lupa untuk membaca Term Of Service kami untuk mengetahui peraturan dan ketentuan blog ini.
Sabtu, 11 Juli 2015
Menginap Dirumah Sahabat
Malam ini Kiki, Rara, dan Dewi berencana untuk menginap di rumah Sela, mereka berempat bersahabat. Para remaja ini sudah biasa menginap bersama, namun ini pertama kalinya mereka menginap di rumah Sela. Setelah dibujuk dengan susah payah, ahkirnya Sela mau rumahnya dijadikan tempat menginap. Sebelumnya Sela slalu menolak dan bahkan sedikit marah bila sahabat-sahabatnya itu ingin menginap dirumahnya.
Bulan sudah bersinar dan bintang-bintang mulai menampakan dirinya. Kiki, Rara, serta Dewi telah sampai dirumah Sela, rumahnya cukup sederhana untuk ditinggali sebuah keluarga kecil. Ketika menginjakan kaki dirumah tersebut, mama Sela langsung menyuguhkan makan malam yang sangat menggugah selera. Mereka semua makan dengan nikmat hingga kenyang.
Selesai makan mereka berempat menuju ke kamar Sela yang terletak dilantai dua. Kamar Sela tidaklah besar, hanya ada ranjang, sebuah lemari kecil, dan beberapa foto di dinding. Sahabat-sahabatnya berfikir mungkin ini alasan mengapa Sela tidak mau rumahnya dijadikan tempat menginap.
Malam semakin larut, setelah puas berbincang dan bercanda bersama, mereka semua bergegas untuk pergi tidur. Karna kamar Sela tidak muat untuk ditiduri oleh mereka semua, maka Sela tidur di kamar ibunya yang terletak dilantai satu, dan yang lainnya tidur di kamar Sela. Saat berada di kamar ibunya, Sela sangat khawatir meninggalkan sahabat-sahabatnya tidur dikamarnya.
*****
Beberapa jam telah berlalu, semuanya tidur nyenyak kecuali Kiki. Ia terbangun didinginnya malam, Kiki merasa ada sesuatu di kamar itu yang terus mengganggunya. Tiba-tiba jendela kamar berbunyi seperti ada yang melempar batu kerikil dari luar kamar. Awalnya Kiki tidak merasa terganggu oleh hal itu, namun kejadian itu terus berulang kali terjadi sehingga membuat Kiki mulai takut.
Kiki mengumpulkan semua keberaniannya yang tersisa dan mencoba bangkit dari tempat tidur untuk mengintip keluar jendela. Kiki mulai menurunkan kaki kanannya ke lantai dan, tiba-tiba sebuah tangan menyeramkan muncul dari bawah kolong tempat tidur dan mencengkram kaki Kiki dengan sangat kuat. Kiki sangat kaget dan takut hingga ia berteriak kencang, dia berusaha melepaskan tangan itu dari kakinya.
Setelah lepas, kiki berusaha membangunkan kedua sahabatnya namun tidak ada yang bangun. Kiki yang sedang panik, dibuat sangat ketakutan dengan sesosok nenek tua yang muncul dari bawah kolong tempat tidur.
Kemudian nenek ini dengan perlahan merangkak menaiki ranjang dan langsung mencekik leher Kiki dengan tangan keriputnya. Nenek ini menatap tajam mata kiki, kiki bisa melihat ada kemarahan di mata nenek tua ini. Kiki kesulitan bernapas dan ia terus meronta-ronta sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan nenek ini, hingga.....
"Aaaaaaaaaaaaa....!!!" teriak Kiki nyaring ketika ia bangun dari, "mimpinya". Kedua sahabatnya terbangun mendengar teriakan itu, begitu pun juga dengan Sela dan mamanya, mereka berdua langsung bangun menuju kamar sela. Ketika mereka sampai, mereka melihat Kiki dalam keadaan syok, nafasnya terengah-engah, keringat dingin membasahi pakaiannya, matanya merefleksikan ketakutan yang amat besar, dan dileher serta kakinya terdapat bekas luka seperti bekas dicekik. Ketika ditanya pun Kiki tidak merespon, mama sela bertanya kepada Rara dan Dewi namun mereka pun tidak tau apa yang terjadi.
Sela hanya terdiam takut melihat kondisi Kiki. Sela tidak mau rumahnya dijadikan tempat menginap karna ia takut hantu yang ada dirumahnya akan menghantui sahabatnya. Namun apa daya, hal yang Sela takutkan pun telah terjadi.
Kemudian Kiki langsung dijemput oleh ayahnya dan dibawa ke rumah sakit. Rara dan Dewi juga dijemput oleh kerabat mereka masing-masing. Semenjak kejadian itu tidak ada lagi diantara mereka yang ingin menginap di rumah Sela terutama, Kiki.
~The End~
Karya : Billiam Constani Leta (Billi Costan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar