Kumpulan Cerpen Horror karya Billiam Cosnstani Leta, yang siap membuat malam mu menjadi mengerikan. Kunjungi halaman Facebook kami Lianosta Blog dan jangan lupa untuk membaca Term Of Service kami untuk mengetahui peraturan dan ketentuan blog ini.
Kamis, 16 Juli 2015
Disaat Mati Lampu
Malam itu, listrik sedang padam di daerah kost ku yang terletak dipinggiran kota. Dan yang kulakukan hanyalah duduk didepan kamar kost, menatapi terangnya bulan serta sekumpulan bintang yang tertata cantik di angkasa.
Aku mulai merasa bosan, dan kuputuskan untuk berkunjung ke kost-an tetangga baru ku, Ajeng. Ajeng baru saja pindah 3 hari yang lalu ke kamar yang sudah lama kosong itu. Penghuni sebelumnya hanya bertahan selama 1 minggu, dan kemudian kamar itu kosong hingga berbulan-bulan sampai Ajeng datang menempatinya.
Aku bangkit dari kursi, dan mulai melangkahkan kaki ke kamar Ajeng yang berada dipojokan kost. Kamar kost Ajeng bersebelahan dengan kebun warga sekitar, sebuah sungai dangkal menjadi pembatas diantara keduanya.
Kupangil namanya namun tidak ada balasan, lalu ku ketuk pintu kamarnya. Ternyata pintu kamarnya tidak tertutup rapat, sehingga saat diketuk pintunya terbuka sedikit dengan sendirinya. Ku genggam ganggang pintunya dan ku buka lebar pintu itu dengan perlahan. Kamar itu terlihat sangat gelap, tak ada lilin atau alat penerang lainya yang menerangi ruangan itu.
Sekali lagi kupanggil namanya namun tetap tidak ada jawaban. Kupijakan kaki ku kedalam kamar itu dan tiba-tiba, terdengar pelan suara wanita menangis dari dalam. Aku tersontak kaget dan berkata "Ajeng! Kau kah itu ? Apa kau baik-baik saja ?" dan sekali lagi tidak ada tanggapan sama sekali. Ingin rasanya kudatangi sumber suara itu, namun kaki ku enggan melakukannya. ku urungkan niat ku dan kembali ke kamar ku. "Ajeng mungkin sedang ada masalah dan tak ingin diganggu" gumam ku dalam hati.
***
Waktu terus berjalan, dan tiba saatnya bagiku untuk tidur. Namun tiba-tiba terdengar suara gaduh serta suara wanita menangis dari balik dinding kamarku, yang mana merupakan kamarnya Ajeng. Ku ambil sebatang lilin menyala dan kuletakan disebuah piring kecil, lalu pergi ke kamar Ajeng untuk memeriksa apa yang sedang terjadi.
Kubuka pintunya dan ku langkahkah masuk kakiku, dengan perlahan aku berjalan masuk. Semakin dalam aku masuk, semakin jelas terdengar suara tangisan itu. "Ajeng.." panggil ku, dan seketika ruangan itu menjadi sunyi, menyatu dengan sunyinya malam. Tangisan yang tadi menggema dirungan itu hilang seperti dibawa terbang oleh angin malam.
Tiba-tiba terdengar sebuah senandung lagu dari dalam kamar mandi. Aku langsung menghentikan langkah ku, jantungku seperti mau copot dan keringat dingin mulai keluar dari dalam tubuhku. Bukan sebuah lagu biasa yang ku dengar, lagu ini cukup untuk membuat ku sangat ketakutan, lagu yang konon dipercaya dapat memanggil sesuatu yang tak terlihat...
Lingsir wengi silarmu tumeking sirno
Ojo tangi nggonmu guling
Awas ojo ngetoro
Aku lagi bang wingo wingo
Jin setan kang tak utusi
Jin setan kang tak utusi
Dadyo sembarang
Wojo lelayu sebet
Ingin sekali badanku untuk berlari keluar dari suasana menyeramkan itu, namun karna sifat keingintahuanku yang besar maka aku pun bertahan. Kupegang erat lilin yang kubawa lalu kubuka pintu kamar mandi itu. Kuberanikan mata ku untuk melihat kedalam dan,
Tidak ada siapapun di kamar mandi itu, lagu yang tadi terdengar pun juga menghilang. Suasana kembali menjadi sunyi, namun suasana seperti itu justru membuat rasa takut ku semakin membesar. Tanpa pikir panjang aku langsung bergegas untuk pergi dari kamar angker itu, aku takut akan terjadi sesuatu yang menakutkan. Namun,
Ketika ketika aku berbalik, aku melihat dengan kedua mata ku sesosok wanita berambut panjang, berpakaian putih dan melotot kearah ku sambil mengeluarkan tawa khasnya.
Ingin mulut ini berteriak sekencang mungkin, namun rasa takutku yang sudah melebihi batas membuat mulutku bungkam. Jantung ku yang tadi hampir copot, sekarang sudah benar-benar copot. Keringat dingin yang mengalir keluar dari tubuhku, sekarang telah membanjiri raga ku.kaki ini pun tak kuat lagi kugunakan untuk berdiri, kesadaran yang kumiliki pun perlahan mulai menghilang. Dan pada ahkirnya aku jatuh pingsan.
***
Terdengar samar-samar ada orang yang mengatakan "Fit..! Fitri!! Bangun fit..!". Kubuka perlahan kedua mata ku, terangnya lampu membuat mataku silau. Kulihat 2 orang wanita tampak panik melihat ku, mereka adalah Ajeng dan ibu kost. Mereka bertanya padaku apa yang terjadi, ku jelaskan semuanya pada mereka. Mereka tampak sangat takut dan kaget setelah mendengarnya.
Ajeng menjelaskan bahwa ia tadi pergi jalan bersama temannya ketika listrik padam, dan ketika pulang ia menemukan ku tergeletak dikamarnya. Namun, ada satu hal yang ia tidak mengerti. Ia bingung bagaimana caranya aku bisa masuk, karna ia bilang ia mengunci rapat rumahnya ketika ia pergi. Sepertinya itu akan tetap menjadi misteri yang tak akan terungkap.
Setelah membaik, aku pulang ke kamar ku tercinta. Sungguh pengalaman mati lampu yang mengerikan
~The End~
Karya : Billiam Constani Leta (Billiam Costan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar