Senin, 31 Agustus 2015

Menjadi Korban & Tersangka

 
   Langit malam sedang "sepi" waktu itu, tidak ada satu pun bintang yang menemani bulan menyinari bumi. Angin berhembus dengan kencang hingga menembus kedalam jaket Nino, dinginnya malam pun bisa ia rasakan dengan jelas di kulitnya.

   Saat itu Nino sedang mengendarai sepeda motornya menuju salah satu rumah pembeli toko online bosnya, ia ditugaskan untuk mengantarkan pesanan si pembeli. Ia lakukan pekerjaan ini untuk menambah uang saku kuliahnya, ia tidak bisa terus-terusan mengandalkan uang dari kedua orang tuanya untuk bertahan hidup.

***

   Ketika sampai, ia ketuk pintu rumah besar itu sambil berteriak "paket" dan tak lama kemudian, terdengar suara dari dalam rumah memanggilnya untuk masuk kedalam. Suara itu terdengar seperti suara seorang pria dan tanpa ada rasa curiga, ia pijakan kakinya masuk kedalam rumah itu. Sumber suara tersebut terdengar dari dalam sebuah kamar yang tak jauh dari pintu rumah, ia pun berjalan mendekat kedepan pintu kamar itu.

   Ia ketuk pintu kamar tersebut namun tidak ada tanggapan, dan tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka dengan sendirinya. Nino kaget, lalu dia pun memberanikan dirinya untuk mengintip kedalam kamar itu. Dan, alangkah terkejutnya dia ketika melihat isi kamar itu..

   Ada seorang gadis, lebih tepatnya jasad seorang gadis tergeletak dilantai. Terdapat banyak luka tusuk di jasad gadis itu, dan darah segar mengalir keluar dari lukanya. Darah itu membanjari lantai kamar dan juga mengeluarkan aroma tak sedap.

   Nino sangat ketakutan, detak jantungnya berdebar sangat cepat dan nafasnya mulai berhembus tak beraturan. Dengan sigap ia berlari menuju pintu rumah itu untuk segera keluar. Namun, sebelum ia menggapai pintu itu, tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya dari belakang hingga ia terjatuh.

   Ia menoleh ke belakang dan jantungnya pun terasa seperti telah meledak, bagaimana tidak ? Ia melihat seorang pria tua berdiri dibelakangnya sambil membawa sebuah pisau yang berlumuran darah. Pria itu bertanya kepada Nino dimana paket pesanannya, lalu dengan ketakutan Nino memberikan paket itu kepadanya.

   Pria itu membuka isi paketnya dihadapan Nino dan ternyata isi dari paket itu adalah, sebuah tali. Pria itu tersenyum sambil menatap tajam kearah Nino. "Kau sudah mendapatkan paket mu, biarkan aku pergi!!" teriak Nino. Pria itu menjawab dengan perlahan "Aku baru saja membunuh seseorang, dan tentu saja aku tidak ingin ketahuan.. Jadi, aku butuh seseorang untuk, disalahkan"

   Nino sangat kaget mendengar perkataan pria itu, ia pun kembali bertanya "A.. Apa maksud mu ?" Pria itu menjawab dengan nada keras "Dasar bodoh! Aku akan membuat seolah-olah kamu yang telah membunuh gadis itu" "Aku akan menempelkan sidik jari mu ke jasad gadis itu, kemudian aku akan mengantung tubuh mu dengan tali ini, sehingga polisi akan mengira kau depresi dan bunuh diri" lanjut pria itu.

   Nino sangat ketakutan, ia pun bangkit berdiri dan mencoba untuk membuka pintu rumah itu, namun pintu itu terkunci. Dari belakang pria itu dengan cepat melilitkan tali yang ia pesan ke leher Nino. Nino sempat melawan, namun apadaya, lilitan dari tali itu membuatnya sulit bernafas dan kesadarannya pun sedikit demi sedikit mulai menghilang.

    Dalam sekejap timbul sebuah ide di kepala Nino, ia menarik nafas sekuat mungkin lalu ia berpura-pura diam tak sadarkan diri dan ia menahan nafasnya. Pria itu mengira bahwa Nino telah tewas, ia pun melonggarkan lilitan talinya sehingga Nino bisa kembali bernafas. Pria itu lalu menyeret tubuh Nino kedalam kamar dimana gadis itu dibunuh.

   Ketika ia dibawa masuk kedalam kamar, tercium bau busuk menyengat yang keluar dari jasad gadis itu. Ia berusaha sekuat mungkin untuk tidak muntah dan bergerak. Jika ia menggerakan satu jari saja, penyamarannya akan terbongkar dan nyawanya akan ikut hilang.

    Nino bernafas dengan sangat pelan agar tidak ketahuan dan akhirnya pria itu keluar juga dari dalam kamar. Dengan sigap Nino bangkit berdiri dan melepaskan tali yang melilit lehernya. Ia pun bersembunyi di balik pintu kamar itu.

    Ketika pria itu masuk ke kamar, pria tersebut terkejut melihat tubuh Nino sudah tidak ada. Tanpa membuang-buang waktu, Nino keluar dari persembunyiannya dan melilitkan tali keleher pria itu.

   Ia lilitkan tali itu dengan sangat kencang keleher pria tersebut hingga pria itu kesulitan bernafas. Pria itu meronta-ronta kehabisan nafas dan pada akhirnya, pria itu diam dan tidak bergerak.

  Untuk memastikan apakah pria itu benar-benar tewas, ia meraih sebuah pisau dan menusukan pisau itu ke tubuh pria tersebut berulang kali. Air mata mengalir keluar dari mata Nino, ia kesal, sedih dan sekaligus senang, semuanya tercampur menjadi satu. Ia tak menyangka bahwa ia telah membunuh seseorang. Ada rasa menyesal di hatinya, namun ada rasa senang juga karna ia telah selamat dari pria itu.

   Sebelumnya Nino adalah seorang korban, namun kini, ia menjadi seorang korban sekaligus seorang tersangka.

***

   Keesokan harinya Nino ditangkap oleh polisi dan dibawa ke pengadilan. Ia telah menjelaskan semuanya pada hakim, namun ia tetap ditahan atas tuduhan pembunuhan. Sungguh malang, aksi mempertahankan dirinya dari ancaman dianggap bersalah oleh hakim. Pantaskah dia dihukum ?

   Terlepas dari itu semua, hendaknya kita untuk selalu berhati-hati dan jangan lupa untuk berdoa pada Tuhan meminta perlindungan, cause bad things can happen in anywhere & anytime.

 



 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar