Minggu, 23 Agustus 2015

Tumbal

 

   Pada suatu malam, seorang pemuda datang ke sebuah motel tua untuk menginap. Motel itu bersebelahan dengan Rumah Makan yang cukup ramai di kunjungi oleh pengunjung.

   Ketika Pemuda itu sedang check in, sang resepsionis memperingatkanya akan suatu hal, "Jangan pernah masuk ke kamar nomor 10! Jangan Pernah!" ucap resepsionis. Pemuda itu bertanya kenapa, namun wanita itu tidak menjawab. Pemuda itu pun pergi membawa perasaan heran.

   Disaat pemuda itu menelusuri lorong motel untuk mencari kamarnya yang bernomor 9, ia bertemu dengan seorang gadis. Gadis itu memperingatkannya untuk segera pergi dari motel itu, namun pemuda itu tidak menghiraukannya. Beberapa detik kemudian ia bertemu dengan orang lain yang mengatakan hal yang sama dengan yang dikatakan oleh si gadis tadi dan begitu seterusnya. Setidaknya ia bertemu dengan 6 orang berbeda yang mengatakan hal yang sama dengan yang dikatakan oleh si gadis tadi.

   Ketika ia sampai di kamarnya yang bersebelahan dengan kamar bernomor 10, tiba-tiba saja ada seorang wanita tua datang dan menyapanya. Wanita itu mengaku sebagai pemilik motel ini dan juga sebagai pemilik Rumah Makan disebelah. Wanita itu mengajak si pemuda untuk berbincang-bincang sebentar.

   "Apakah kau memiliki keluarga atau teman dikota ini ?" tanya wanita itu. Pemuda itu pun menjawab "Tidak, saya baru tiba di kota ini tadi sore untuk merantau mencari pekerjaan".

   Wanita tua itu kembali bertanya "Lalu bagaimana jika kau hilang atau semacamnya? Akan butuh waktu yang lama bagi keluarga mu untuk menyadari bahwa kau telah hilang". Dengan sedikit kesal pemuda itu menjawab "Maaf, apa maksud anda mengatakan itu ?"  "Bukan apa-apa. Selamat malam dan semoga malam mu menyenangkan" jawab wanita itu sambil terus berjalan menjauh darinya. Pemuda itu pun tak ingin ambil pusing, maka ia langsung bergegas untuk tidur.

***

   Malam semakin larut ketika si pemuda terbangun dari tidurnya. Ia terbangun karena mendengar suara sepasang suami sedang bertengkar, suara itu berasal dari kamar bernomor 10 yang terletak disebelah kamarnya.

   Semakin lama suara pertengkaran suami istri itu terdengar semakin keras, sang istri pun berulang kali berteriak minta ampun kepada suaminya. Hingga puncaknya ketika sang istri berteriak nyaring meminta tolong. Tergeraklah hati sang pemuda itu untuk mengecek keadaan sang istri.

   Ia pun keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar bernomor 10 itu, namun tidak ada tanggapan. Justru suara teriakan sang istri semakin nyaring terdengar, namun anehnya tidak ada orang lain di motel itu yang menyadarinya kecuali pemuda itu.

   Ingin ia mendobrak masuk pintu kamar itu, namun ada keraguan dihatinya. Ia teringat akan peringatan yang diberikan oleh resepsionis. Ia pun mengintip kedalam melalui lubang kunci untuk memastikan keadaan sang istri.

   Alangkah terkejutnya dia ketika melihat sang istri sedang dicekik oleh suamiya sendiri. Pemuda itu pun menghapus rasa keraguan di hatinya dan memberanikan diri untuk mendobrak pintu kamar itu.

   Ia dobrak pintu berulang kali dan akhirnya pintu itu terbuka. Dengan sigap ia langsung masuk ke kamar itu untuk menyelamatkan sang istri. Namun ketika ia masuk kedalam, ia tidak percaya akan apa yang ia lihat.

   Ia hanya melihat sebuah ruangan kosong tak berpenghuni. Ruangan itu kosong, tidak ada satu pun orang didalamnya kecuali dia seorang. Dan tiba-tiba saja pintu kamar itu tertutup dan terkunci, pemuda itu pun terkurung didalam kamar itu sendirian.

   Detak jantungnya berdebar dengan cepat dan nafasnya mulai berhembus tak beraturan. Ketakutan yang ia rasakan pun semakin menjadi-jadi ketika sesosok wanita menyeramkan keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan mendekatinya.

  Wanita itu memiliki rambut hitam yang sangat panjang, pakaian wanita itu berwarna merah darah, dan wajah wanita itu penuh dengan bekas luka sayatan pisau. Jelas wanita itu bukan manusia. Wanita itu berjalan perlahan mendekati si pemuda dengan mata menatap tajam kearah pemuda itu.

   Pemuda itu sangat ketakutan, ia berusaha membuka pintu kamar itu sambil terus berteriak nyaring. Namun usahanya itu sia-sia, tidak ada satu pun orang yang datang menolongnya.

  "Si.. Sii.. Siapa kau ini?" tanya pemuda itu ketakutan. Sesosok wanita itu tersenyum licik dan kemudian menjawab "Aku adalah ajal mu!" Sosok wanita itu pun kemudian berlari dengan cepat kearah pemuda yang dari tadi berterik itu dan seketika suasana kembali menjadi sunyi dan tenang.

***

   3 Jam kemudian Wanita pemilik motel dan resepsionis masuk kedalam kamar bernomor 10 itu. Mereka berdua melihat si pemuda sudah tewas tergeletak di lantai  dan darahnya membanjiri lantai kamar itu. "Cepat bersihkan ruangan ini dan bawa mayatnya ke dapur Rumah Makan disebelah, disana koki akan memasaknya untuk para pembeli" ucap wanita itu kepada resepsionis. Si resepsionis pun segera melakukan tugasnya.

   Lalu wanita itu masuk kedalam kamar mandi dan berkata "Apa kau suka dengan tumbal yang ku berikan pada mu ini?" dan tiba-tiba saja dari dalam kegelapan malam, terdengar suara menjawab "Ya!! Dan jangan lupa 4 bulan lagi kau harus membawakan yang baru untuk ku". "Baiklah, selama kau terus membuat Rumah Makan ku ramai dikunjungi pembeli, akan ku carikan tumbal yang baru untuk mu. Selamat malam"


*The End*

Karya : Billiam Constani Leta

 

4 komentar:

  1. Lumayan walau ga nyambung ahahah
    Eko wahyudi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggk nyambung dimanax ko ? Btw, thanks sudah mampir.

      Hapus
  2. Licik sekali wanita itu :3 nice story gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, smoga orang seperti itu didunia nyata tidak ada lagi.
      Makasih sudah berkunjung.

      Hapus